IMG-20151021-WA0042 - Copy (2)Lima Puluh Kota (22/10) Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd meninjau demplot Mina Padi di wilayah Koramil 06/Guguk tepatnya di Jorong Kampung Dalam Nagari Talang maur Kec. Mungka Kab. Lima Puluh Kota. Didampingi oleh Danramil 06/Guguk Kapten Inf Kusmianto Dandim mengatakan tujuan Demplot Mina Padi ini adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Seperti kita ketahui, Mina padi adalah suatu usaha memelihara ikan di sawah bersama-sama dengan tananam padi.  Sehingga mina padi merupakan usaha intensifikasi pertanian, karena pada petak sawah yang sama yaitu  usaha tani pada satu tempat dapat ditingkatkan hasilnya yasng berupa padi dan ikan sekaligus.

Metode mina juga mampu mengurangi biaya tanam padi. Penggunaan pupuk bisa berkurang signifikan karena tanaman padi bisa mendapatkan nutrisi dari sisa makanan ikan dan kotoranya. Selain itu, para petani tidak perlu melakukan penyemprotan hama karena hama jarang ditemui di lahan mina padi.

Serangga jarang ada, karena langsung dimakan ikan. Begitupun juga dengan tikus, tidak berani menyerang karena jumlah ikan yang begitu banyak. Dalam pertanian mina-padi ada sedikit perbedaan cara menyiapkan lahan sebelum ditanami padi. Di lahan yang akan digunakan mina padi terlebih dahulu dibuat saluran air dipinggir petakan dan tengahnya. Di salah satu sisi petakan juga dibuat kolam untuk mengumpulnya ikan jika sewaktu-waktu sawah perlu disurutkan airnya.

Sebelum ditanami padi, lahan terlebih dahulu diberi dasaran pupuk kompos, kemudian baru ditanami padi. Jika padi telah berusia 15 hari, baru kemudian benih ikan ditabur. Untuk panen ikan waktunya juga lebih dahulu dibanding panen padi. Seminggu sebelum padi dipanen, ikan sudah dipanen.