DSC01868

Hari Juang Kartika yang bertemakan “ Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI – Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”merupakan tonggak sejarah lahirnya TNI AD hendaknya dapat dijadikan momentum meneguhkan tekad dan memperbaharui semangat juang, untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pengabdian yang lebih baik, bagi pembangunan Angkatan Darat dan kejayaan bangsa Indonesia.TNI AD yang merupakan bagian dari komponen bangsa, senantiasa tanggap dan peduli terhadap kondisi kehidupan rakyat dan bangsanya, serta turut berpartisipasi dan berkontribusi maksimal dalam menghadapi berbagai persoalan faktual bangsa.

Pelaksanaan Upacara Hari Juang Kartika Tahun 2015 di wilayah Kodim 0306/50 Kota dipusatkan di Yonif 131/Brs, selaku Inspiktur upacara Komandan Kodim 0306/50 Kota Letnan Kolonel Inf Heri Sumitro, S.Pd dan komandan upacara Wadanramil 02/Pangkalan Kapten Czi Jony Forta MP dengan pasukan upacara antara lain anggota Kodim 0306/50 Kota, Yonif 131/Brs, Denzipur-2/PS.

Dalam upacaraperingatan Hari Juang Kartika ini Komandan Kodim 0306/50 Kota Letnan Kolonel Inf Heri Sumitro, S.Pd membacakan petikan amanat Jenderal Besar Soedirman sebagai berikut Robek-robeklah badanmu, potong-potonglah jasadku, Tetapi Jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang dihadapi.Tentara bukan merupakan suatu kalangan diluar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri diatas masyarakat. Tentara hanya mempunyai kewajiban satu ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara takut memegang kewajibannya itu. Lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh tunduk kepada pimpinan atasannya, dengan ikhlas mengerjakan kewajibannya tunduk kepada perintah pimpinannya. Inilah merupakan kekuatan dari suatu tentara. Kamu sekalian telah bersumpah bersama-sama rakyat seluruhnya, akan mempertahankan kedaulatan negara republik kita dengan segenap harta benda dengan jiwa raga, jangan sekali-kali diantara tentara kita, ada yang menyalahi janji menjadi penghianat nusa, bangsa, dan agama. Harus kamu senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tentu memakan korban tetapi kamu sekalian telah bersumpah, ikhlas mati sebagai kusuma bangsa. Meskipun kamu dapat dilatih jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah, tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama negara. Anak-anakku tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran Tanah Airmu. Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan diatas himpunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga. Berjuang terus. Insya Allah, Tuhan melindungi perjuangan suci kita, janji sudah kita dengungkan, tekad sudah kita tanamkan, semua ini tidak akan bermanfaat bagi tanah air kita, apabila janji sudah kita dengunkan dan tekad ini tidak kita amalkan dengan amalan yang nyata
Dan dilanjutkan membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono antara lain beliau mengucapkan Dirgahayu TNI AD, jadikan momentum peringatan ini sebagai wahana untuk mensyukuri segenap capaian yang telah kita wujudkan bersama sekaligus introspeksi dan mawas diri yang dilakukan dalam kurun waktu setahun lalu, dan menyampaikan secara khusus pada prajurit TNI AD yang telah membantu pengamanan Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2015 tetap mengedepankan prinsip netralitas TNI, juga mengingatkan kembali apa yang disampaikan Presiden RI dan Panglima TNI dalam peringatan Hari TNI ke 70 tahun 2015 yakni TNI adalah rakyak dan rakyat adalah TNI serta rakyat Indonesia adalah ibu kandung TNI. Kita perlu mengigat kembali pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman “bahwa Negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh Tentara saja, maka perlu sekali mengadakan kerja sama yang seerat-ertanya dengan golongan serta badan-badan diluar tentara”, serta berharap agar tema tersebut dipahami, dihayati dan dapat diwujudkan dalam setiap pelaksnaan tugas tangggung jawab prajurit dan PNS TNI AD dimanapun berada dan bertugas.