IMG-20160114-WA0057

Lima Puluh Kota– Budidaya mina padi yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), telah menampakkan hasilnya. Bekerjasama dengan Food and Agriculture (FAO) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat, KKP melaksanakan percontohan budidaya mina padi di Nagari Talang maur Kec. Mungka Kab. Lima Puluh kota Sumatera Barat.

Panen perdana Minapadi di Nagari Talang maur Kec Mungka Kab. Lima Puluh Kota dihadiri oleh Plt Gubernur Sumbar, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.Ip, M. Si, Muspida Kab. Lima Puluh Kota, Instansi terkait lainnya serta masyarakat Nagari Talang maur sekitarnya.

“Hasilnya cukup memuaskan. Lahan percontohan minapadi seluas 20 ha tersebut telah berhasil meningkatkan pendapatan petani,” terang Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, di sela-sela panen perdana ikan hasil budidaya minapadi. Lebih lanjut dia mengatakan, langkah tersebut  dapat dijadikan contoh di daerah lain yang memiliki potensi sama. Dengan hasil kegiatan ini dapat menjadi kawasan percontohan Ketahanan pangan dan Gizi. Budidaya minapadi memungkinkan untuk melakukan budidaya ikan tanpa mengubah fungsi lahan budidaya padi. Disamping meningkatkan produktivitas lahan, budidaya minapadi secara nyata juga meningkatkan pendapatan petani”.

Diperkirakan, dari 1000 m2 lahan budidaya minapadi, akan dipanen ikan nila merah sebanyak 150 kg dan gabah padi sebanyak 900 kg. Dengan harga jual ikan nila ukuran 5-6 ekor per kg Rp. 18 ribu per kg dan harga gabah kering sekitar Rp. 4 ribu, maka petani akan memperoleh Rp. 6,3 juta dalam waktu 3 bulan. Ini lebih tinggi dibandingkan kalo hanya budidaya padi yang biasanya hanya menghasilkan 700 – 800 kg gabah kering. Slamet menambahkan bahwa keberhasilan budidaya minapadi di Kab. Lima Puluh Kota ini juga contoh dari sinergi semua sektor untuk mendukung kedaulatan pangan dan gizi serta sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KKP dan Kementerian Pertanian bersinergi untuk tujuan yang sama. Di dukung oleh badan dunia seperti FAO yang menjadikan budidaya minapadi di Indonesia sebagai contoh bagi Negara lain. Budidaya minapadi juga sangat sejalan dengan program KKP,” terangnya.

Selama kurang lebih dua tahun terakhir, FAO telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan budidaya Minapadi. Sebagai bagian dari usaha regional untuk meningkatkan inovasi di bidang tersebut, dalam kerangka FAO Regional Initiative “Sustainable Intensification of Aquaculture for  Blue Growth in Asia Pasific.

Terdapat dua kabupaten di Indonesia yang terpilih sebagai percontohan budidaya minapadi, yaitu kabupaten Sleman Jogjakarta, dan Kabupaten Limapuluh kota di Sumatra Barat. Total 50 hektar sawah telah dimanfaatkan menjadi budidaya minapadi, sekitar 600.000 benih ikan telah ditebar.