IMG_8696

Lima Puluh Kota. Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd menjadi Irup pada Upacara 17 an yang dilaksankan di Lapangan Prasada Sakti Denzipur-2/PS  Senin 18 Januari 2016.

Dalam Upacara tersebut Dandim membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan pada Upacara Bendera tanggal 17 an memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan kekuatan, kesehatan dan bimbingan-Nya kepada seluruh Prajurit dan Pns TNI sehingga berhasil melewati Tahun 2015 dengan sarat prestasi dan kinerja optimal.

Masih dalam suasana Natal dan Tahun Baru, selaku pribadi dan atas nama Panglima TNI, mengucapkan selamat hari Natal bagi umat Kristiani yang merayakannya semoga damai Natal membawa kebahagiaan, persaudaraan dan persatuan demikian pula bagi seluruh prajurit selamat Tahun Baru 2016.

Makna Tahun Baru selalu memberi inspirasi baru dan semangat baru meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja agar TNI lebih kuat, hebat dan profesional.

Demikian pula Tahun Baru harus dapat menumbuhsuburkan sikap kepedulian dan semangat pengabdian TNI terhadap rakyat, sehingga kedekatan dan kebersamaan TNI dengan rakyat terus terjalin dan abadi.

Dihadapkan pada perkembangan globalisasi dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi menghadapi suatu realitas berupa fenomena adanya revolusi budaya yang tidak mengenal batas ruang dan waktu begitu deras masuk mengikis secara perlahan budaya Bangsa Indonesia. Yaitu budaya ketimuran yang penuh kearifan dan keluhuran, mempengaruhi aspek etika, moralitas budaya, agama dan semua sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali juga telah mempengaruhi pola sikap dan tindakan kehidupan prajurit menjadi rentan.

Menyikapi fenomena dan dampak negatif diatas perisai dan benteng tangguhnya adalah disiplin yang mencerminkan etika dan moral keprajuritan yang berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI.

Panglima TNI ingin menggarisbawahi bahwa TNI tidak mengenal kata damai bagi Prajurit arogan, Komandan Satuan tidak akan pernah melindungi prajurit yang melanggar aturan dan hukum, karena prinsipnya Prajurit TNI yang melanggar tidak akan menemukan ruang di hati dan simpati rakyat dan menjadi penghalang terwujud-nya kebersamaan TNI-Rakyat.

Ini sangat bertentangan dengan tema Hut ke 70 TNI yaitu “Bersama rakyat, TNI kuat, hebat dan profesional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian”.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, di penghujung Tahun 2015 sampai dengan awal Tahun 2016 Panglima TNI beserta staf telah melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah Indonesia bagian timur yaitu Papua, Maluku dan 8 pulau terluar di wilayah Maluku Tenggara sampai Pulau Alor.

Upacara berjalan dengan aman tertib dan lancar.