Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengikat kerja sama pencapaian swasembada pangan dgn TNI yg diaplikasikan melalui pengerahan para Babinsa untuk dapat mendampingi petani di sawah mulai dari proses olah tanam hingga panen. Namun dinamika di lapangan terkadang menemui hambatan di antaranya berupa serangan hama ulat grayak yang dikenal oleh PPL dengan nama ulat tentara yang cukup agresif dalam menyerang bagian  daun dan batang padi. Pasca banjir 3 Maret 2017 di lahan sawah pok tani di nagari Koto Bangun ternyata menyisakan ekses negatif dengan munculnya hama ulat grayak yang diperkirakan telah menyerang lahan pada seluas 28 ha milik pok tani Semangat Baru & Ikhlas. Guna membantu petani maka akhirnya Tim Perlindungan Tanaman dari BPTPH Sumbar turun ke lokasi dengan membawa racun insektisida & peralatan yg dibutuhkan dalam kgtn penyemprotan. Sebelum penyemprotan dilaks pengarahan oleh Kepala BPTPH Sumbar dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kpd angt pok tani. Turut hadir dalam kegiatan tbs Danramil 07/Kapur IX beserta Babinsa, Kepala Laboratorium Pertanian Bukittinggi, Kasi Konservasi dan Perlindungan Tanaman Pangan Distan 50 Kota. Kadistanhotbun 50 Kota, Ka UPT & Ka BP3K Kapur IX, Walinagari Koto Bangun dan 35 org angt Pok Tani.

Pada kegiatan ini Koramil 07 menerjunkan Babinsanya Serka Asmi & Serda Tugiyatni utk membantu petani dalam kegiatan penyemprotan insektisida. Menurut Danramil 07/Kapur IX Mayor Arm Luud  Guntono kegiatan penyemprotan insektisida dilakukan untuk membasmi hama ulat grayak yang bisa mengakibatkan gagal panen mengingat hama tersebut sangat agresif dalam menyerang tanaman padi. Serta tidak ingin upaya yg dilakukan petani dalam mewujudkan swasembada pangan di wilayah menjadi sia-sia.