Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi beserta seluruh jajaran SKPD dan unsur Muspida Kabupaten Lima Puluh Kota melepaskan benih ikan dan membuat lubuk ikan larangan di sungai Batang Sinamar, sebanyak lebih kurang 1200 ekor anak ikan di lepaskan secara serentak oleh Bupati beserta jajaran SKPD dan seluruh unsur muspida.

Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi mengapresiasi masyarakat dari dua nagari yang bertangga itu dalam mengelola lubuak larangan tersebut. “Saya bangga dan merasa gembira dengan pemerintah nagari beserta masyarakat Taeh Bukik dan Koto Tangah Simalanggang yang bisa bersanding untuk memajukan daerah dan perekonomian dalam wadah Pokmaswas Tarok Kasiak,” ungkap Irfendi dalam arahannya ketika meresmikan kawasan konservasi ikan dan penyebaran benih ikan perdana di kawasan Lubuk Larangan Tarok Kosiak.

Diakui Irfendi, selama ini jarang terjadi masyarakat dari dua nagari mengelola satu lubuk ikan larangan. Namun, masyarakat Pogang dan Tambun Ijuak justru bisa bersatu padu mengelolanya sekaligus melaksanakan konservasi dan melestarikan ikan di Batang Sinamar. “Masyarakat Pogang dan Tambun Ijuak benar-benar hebat. Kita berharap kerjasama dua nagari seperti ini juga dilakukan pada bentuk kegiatan pembangunan lainnya. Hal ini perlu dikembangkan,” tutur Irfendi.

Agar kerjasama berjalan mulus, Irfendi berharap semua pihak yang terlibat senantiasa berkomunikasi dan menerapkan keterbukaan. Setiap permasalahan hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Kerjasama seperti ini sangat bagus untuk dikembangkan. Kita berharap ini menjadi contoh bagi masyarakat lain. Saya yakin lubauk ikan larangan ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lima Puluh Kota diawakili Kabid PSDP Nelti Hafni dalam laporannya menyebut, ikan yang ditebar dalam lubuak larangan itu antara lain jenis Mas dan Gariang dengan masing-masingnya sebanyak 6 ribu ekor. Selain bibit ikan, Dinas Perikanan juga membantu pakan ikan (pelet) sebanyak 800 kilo gram.