Peringatan detik-detik proklamasi tahun ini cukup ramai dan meriah ,  peserta upacara dan warga masyarakat disuguhi sebuah penampilan Gebyar Merah Putih dan Sosio Drama Kolosal Ratapan Ibu yang menceritakan sejarah perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah Belanda.

Dimana cerita yang diangkat adalah saat perlawanan para pejuang menghadang pasukan Belanda yang akan memasuki Payakumbuh dan sekitarnya pada tahun Desember 1948, begitu banyak para pejuang yang gugur saat itu hingga tak terhitung jumlahnya. Sehingga meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan terutamanya kaum ibu yang meratapi anak, suami, dan kakak serta adik mereka tercinta. Sampai sekarang ini tiadak diketahui berapa jumlah pejuang yang gugur di jembatan Ratapan Ibuh yang berlokasi  di jalan Jendral A.Yani  pusat kota Payakumbuh .